Di antara berbagai jenis burung hias yang ada di dunia, Gouldian finch menempati posisi istimewa. Burung kecil ini bukan hanya dikenal karena bentuk tubuhnya yang mungil, tetapi juga karena kombinasi warna bulunya yang luar biasa cerah, seolah-olah dilukis langsung oleh alam dengan palet warna paling berani. Tidak heran jika Gouldian finch sering dijuluki sebagai burung pelangi dan menjadi incaran para pecinta burung di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Asal-usul dan Habitat Alami Gouldian Finch

Gouldian finch (Erythrura gouldiae) berasal dari wilayah utara Australia, terutama di daerah savana tropis yang memiliki musim hujan dan kemarau yang jelas. Di alam liar, burung ini hidup berkelompok dan sangat bergantung pada ketersediaan biji-bijian rumput sebagai sumber makanan utama Wikipedia.
Habitat alaminya umumnya berupa padang rumput terbuka yang dipenuhi pepohonan eucalyptus. Pohon-pohon ini bukan hanya menjadi tempat bertengger, tetapi juga lokasi bersarang yang aman. Sayangnya, perubahan iklim dan aktivitas manusia seperti pembukaan lahan membuat populasi Gouldian finch di alam liar sempat menurun drastis.
Keindahan Warna yang Ikonik
Daya tarik utama Gouldian finch tentu terletak pada warna bulunya. Burung ini memiliki kombinasi warna yang mencolok: kepala berwarna merah, hitam, atau kuning; dada ungu; perut kuning cerah; punggung hijau; serta sayap dengan gradasi biru kehijauan. Perpaduan warna ini membuatnya terlihat seperti permata hidup yang bergerak lincah.
Menariknya, warna kepala Gouldian finch juga berkaitan dengan genetika dan perilaku. Penelitian menunjukkan bahwa variasi warna kepala dapat memengaruhi dominasi dan cara burung ini berinteraksi satu sama lain, terutama saat musim kawin.
Karakter dan Perilaku
Meski tampilannya mencolok, Gouldian finch memiliki karakter yang relatif tenang dan tidak agresif. Burung ini dikenal pemalu dan sensitif terhadap perubahan lingkungan. Di alam maupun dalam penangkaran, mereka lebih nyaman hidup berkelompok dibandingkan sendirian.
Gouldian finch juga bukan tipe burung yang suka berkicau keras. Suaranya lembut dan halus, lebih berupa cuitan ringan yang menenangkan. Hal inilah yang membuatnya cocok sebagai burung hias untuk dinikmati keindahannya secara visual, bukan untuk lomba kicau.
Pola Makan dan Kebutuhan Nutrisi
Di habitat aslinya, Gouldian finch memakan biji-bijian rumput yang matang maupun setengah matang. Dalam perawatan manusia, pakan utamanya biasanya berupa campuran biji millet, canary seed, dan biji-bijian kecil lainnya. Untuk menjaga warna bulu tetap cerah dan kondisi tubuh prima, pakan tambahan seperti sayuran hijau, telur rebus, dan suplemen mineral sangat dianjurkan.
Asupan kalsium juga penting, terutama bagi betina saat masa bertelur. Tulang sotong atau grit khusus burung sering digunakan sebagai sumber kalsium alami.
Tantangan dalam Perawatan
Meskipun cantik, Gouldian finch dikenal cukup sensitif dan tidak direkomendasikan untuk pemula yang belum berpengalaman memelihara burung finch. Burung ini mudah stres jika lingkungan terlalu bising, suhu tidak stabil, atau kandang terlalu sering dipindahkan.
Suhu ideal untuk Gouldian finch berkisar antara 22–28 derajat Celsius. Perubahan suhu yang ekstrem dapat berdampak buruk pada kesehatan mereka. Selain itu, kebersihan kandang harus selalu dijaga untuk mencegah penyakit, karena burung ini relatif rentan terhadap infeksi saluran pernapasan.
Proses Perkembangbiakan
Perkembangbiakan Gouldian finch tergolong menantang, tetapi sangat memuaskan bagi para penangkar berpengalaman. Mereka biasanya berkembang biak dengan baik jika ditempatkan dalam kondisi yang menyerupai habitat alaminya, termasuk pencahayaan dan siklus musim yang tepat.
Betina biasanya bertelur 4–6 butir, dan kedua induk akan bergantian mengerami telur. Anak burung akan menetas setelah sekitar 14 hari. Pada fase awal, anakan Gouldian memiliki tampilan yang jauh berbeda dari induknya, dengan warna bulu yang lebih kusam. Warna cerah khas baru akan muncul secara bertahap setelah beberapa bulan.
Status Konservasi dan Upaya Pelestarian
Di alam liar, Gouldian finch pernah masuk dalam kategori terancam akibat hilangnya habitat dan penyakit. Namun, berkat berbagai program konservasi dan penangkaran, populasinya mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Penangkaran yang bertanggung jawab memainkan peran penting dalam menjaga kelangsungan spesies ini. Selain mengurangi tekanan terhadap populasi liar, penangkaran juga membantu meningkatkan pemahaman tentang kebutuhan biologis Gouldian .
Gouldian Finch sebagai Burung Hias Favorit

Di dunia burung hias, Gouldian memiliki nilai estetika yang tinggi. Keindahannya membuat burung ini sering dijadikan koleksi eksklusif, bahkan simbol keanggunan dan keindahan alam. Meski harganya relatif lebih mahal dibandingkan finch lainnya, banyak pecinta burung merasa bahwa pesona Gouldian sebanding dengan usaha perawatannya.
Memelihara Gouldian bukan sekadar hobi, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap keindahan dan keragaman alam. Burung kecil ini mengajarkan bahwa keindahan sejati sering hadir dalam wujud yang sederhana namun penuh warna.
Adaptasi Gouldian Finch terhadap Lingkungan Penangkaran
Seiring meningkatnya minat terhadap Gouldian sebagai burung hias, banyak penangkar yang berusaha menciptakan lingkungan yang sedekat mungkin dengan habitat aslinya. Adaptasi burung ini terhadap lingkungan penangkaran sangat bergantung pada kestabilan kondisi sekitar. Cahaya alami atau lampu dengan spektrum menyerupai sinar matahari berperan penting dalam menjaga ritme biologisnya.
Ventilasi kandang juga tidak boleh diabaikan. Udara yang segar membantu mencegah penyakit pernapasan, salah satu masalah kesehatan yang paling sering menyerang Gouldian finch. Kandang sebaiknya diletakkan di area yang tenang, jauh dari lalu lalang manusia, agar burung tidak mudah stres.
Penyakit yang Sering Menyerang Gouldian Finch
Dibandingkan burung finch lain, Gouldian finch dikenal lebih rentan terhadap penyakit tertentu. Infeksi bakteri, jamur, serta parasit internal dan eksternal merupakan ancaman yang harus diwaspadai. Gejala awal biasanya berupa burung tampak lesu, bulu mengembang, nafsu makan menurun, atau napas terlihat terengah-engah.
Pencegahan adalah langkah terbaik. Menjaga kebersihan kandang, rutin mengganti air minum, serta mengisolasi burung baru sebelum digabungkan dengan koloni utama sangat dianjurkan. Konsultasi dengan dokter hewan khusus unggas juga penting jika ditemukan tanda-tanda penyakit.
Penutup
Gouldian adalah bukti nyata bahwa alam mampu menciptakan makhluk hidup dengan keindahan luar biasa. Dari warna bulunya yang memukau hingga perilakunya yang lembut, burung ini berhasil memikat hati siapa pun yang melihatnya. Meski membutuhkan perhatian ekstra dalam perawatan, kehadiran Gouldian finch dapat menjadi sumber kebahagiaan dan ketenangan tersendiri.
Bagi pecinta burung hias yang siap menerima tantangan, Gouldian adalah pilihan istimewa—sebuah karya seni hidup yang terus mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan melestarikan keindahan alam.
Baca fakta seputar : Animal
Baca juga artikel menarik tentang : Kucing Berkaki Hitam: Pemburu Terkecil Afrika dengan Jantung Singa

